Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pendidikan Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) Sebagai Strategi Intervensi Umum bagi Anak Berkebutuhan Khusus Lia Mareza
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 7 No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.968 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2017.v7.i1.p35-38

Abstract

Art education can shape an individual's mental character, socio cultural personality, creativity and intellectual. Cultural art education is not only as a means of developing the knowledge and skills but as a general intervention strategies for children with special needs that based on socio-cultural. cultural arts and craft education has a uniqueness, significance and usefulness through activities to create, to appreciate and to express, so that children have role in the development of cognitive, affective and psychomotor than as aspects of catharsis in channeling the emotions as well as to stimulate active participation and improve the independence and directions on special needs childreen. The purpose of the use of intervention strategies was to help teachers knowing that the characteristic was associated with the competence of the child. This study was a qualitative research conducted in SD Negeri 1 Tanjung Purwokerto as one Inclussive School. Subject of research was principal, classroom teachers, assistant teachers, students and parents. The result of the research was intervention strategy can improve the ability of children. This was due to the orientation of making art more oriented to the modification process, the content of a work and the product.
MINORITAS DITENGAH MAYORITAS (STRATEGI ADAPTASI SOSIAL BUDAYA MAHASISWA ASING DAN MAHASISWA LUAR JAWA DI UMP) Lia Mareza; Agung Nugroho
SOSIOHUMANIORA: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 2 No 2 (2016)
Publisher : LP2M Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.648 KB) | DOI: 10.30738/sosio.v2i2.549

Abstract

Mobilitas di era globalisasi saat ini sudah semakin tinggi. Individu bepergian dari satu tempat ke tempat lain sudah bukan lagi hal yang aneh. Ada berbagai alasan individu bepergian, mulai dari bekerja, mengungsi, berwisata ataupun menempuh pendidikan. Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), salah satu perguruan tinggi yang terletak di wilayah Banyumas yang secara umum mahasiswa di UMP dapat dikategorikan menjadi tiga yaitu mahaiswa dari Jawa, luar Jawa dan mahasiswa asing. Para mahasiswa dihadapkan dengan kondisi sosial dan budaya yang baru, kondisi yang berbeda dengan daerah asal mereka yang dari luar Jawa terlebih dari luar negeri. Penelitian ini akan meneliti dan menganalisis hambatan seperti apa yang dihadapi para mahasiswa serta strategi apa yang mereka lakukan untuk bisa berdaptasi dengan kondisi yang ada di UMP. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan subjek penelitian mahasiswa dari luar jawa dan mahasiswa asing UMP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan yang dialami para informan yaitu 1) kurangnya informasi awal mengenai UMP; 2) Perbedaan makanan, 3) Homesick (merindukan kampung halaman), 4) Perbedaan Agama dan Bahasa. Strategi adaptasi yang dilakukan oleh mahasiswa asing dan luar Jawa di UMP adalah: 1) Akomodasi bahasa, makanan dan agama; 2) Melakukan hobi yang disukai; dan 3) Menghubungi keluarga.Keyword : strategi adaptasi, sosial budaya
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SD Feni Fitriani; Lia Mareza; Agung Nugroho
Jurnal JPSD (Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar) Vol 6, No 2: Agustus 2019
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jpsd.v6i2.13508

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa melalui model pembelajaran Group Investigation. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam 2 siklus, masing-masing siklus terdiri dari dua pertemuan dengan masing-masing pertemuan satu rencana pembelajaran. Penelitian ini terdiri dari tahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Subjek Penelitian ini adalah siswa kelas IV MI Muhammadiyah Sidabowa yang berjumlah 20 siswa, yang terdiri dari 12 siswa perempuan dan 8 siswa laki-laki. Hasil peningkatan yang terjadi dapat dilihat pada setiap siklusnya. Pada siklus I hasil lembar observasi motivasi belajar siswa memperoleh nilai presentase sebesar 55% dengan kriteria cukup dan siklus II memperoleh nilai presentase sebesar 80,5% dengan kriteria baik. Hasil peningkatan motivasi belajar siswa juga didukung dengan peningkatan hasil angket motivasi belajar siswa pada siklus I memperoleh rata-rata sebesar 2,83 dengan kriteria baik dan siklus II memperoleh nilai rata-rata sebesar 3,46 dengan kriteria sangat baik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan model Group Investigation dapat meningkatkan motivasi belajar siswa tema 8 daerah tempat tinggalku pada siswa kelas IV MI Muhammadiyah Sidabowa Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas.
PEMANFAATAN MUSEUM BRI DAN MUSEUM JENDERAL SUDIRMAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPS OLEH SISWA DAN GURU SD DI PURWOKERTO Agung Nugroho; Lia Mareza
Khazanah Pendidikan Vol IX No 2 Maret 2016
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jkp.v9i2.1064

Abstract

Museum having the role and function of to use in the life of. Function museum unable to give spirit to develop the idea. Besides its function gather, identify, recording and next exhibiting. These functions explain a museum is not just exhibition dead , but also invited the historian , experts history, the community, teachers and students to have knowledge and get information value relics left by the history. This study was conducted in museum BRI and museum Jenderal Sudirman and including research qualitative. Technique data collection using interviews, observation and study documents. This study aims to analyze how the use of second this museum by teachers and primary school student. Keywords: museum, learning resources, social studies
MENGGAMBAR DARI ANGKA BAGI GURU TK UMP Lia Mareza; Agung Nugroho
Khazanah Pendidikan Vol 10, No 1: September 2016
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jkp.v10i1.1078

Abstract

Activities to produce a work of art is a process that requires sensitivity to the object as a work activity creates. Drawing is part of the global movement for children's motor, the whole body is involved in the drawing. Although graffiti children aged under five can not be called an image but in a later stage, the resulting strokes will be meaningful for children and parents. Drawing is the stage after passing through the stage of the graffiti-crossed. Phase drawing, children do work that involves coordination from imagination, hands, eyes and other body parts. The training was attended by 11 teachers in the UMP kindergarten. Training results showed an increase in terms of composition and creativity of teachers in the drawing of the numbers. Keywords: drawing, figure, art
Peran Guru Kelas pada Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling dalam Pembentukan Karakter dan Motivasi Berprestasi Siswa di SD Negeri 8 Kranji Oktrinita Ludwinia Rochmah; Lia Mareza; Aji Heru Muslim
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 6 No 3 (2020): JURNAL ILMIAH WAHANA PENDIDIKAN
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.059 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.3969957

Abstract

This research was carried out in Kranji 8 Primary School aimed to find out the role of class teachers in the implementation of guidance and counseling in character building so that students of Kranji 8 Primary School have achievement motivation. Based on observations of researchers at SD Negeri 8 Kranji has several charter and trophies, as in the previous three years starting from 2017-2019. The research will be conducted by researchers using descriptive qualitative research methods. Testing the validity of the data using triangulation. Data collection techniques using observation, interviews, and documents. Triangulation testing used by researchers is by triangulation of sources and triangulation of techniques. The results showed that the teacher at SD Negeri 8 Kranji had done his role in guiding and fostering achievement motivation in students well. The guidance and counseling process carried out by the teacher is done classically, in groups and individually. This can be seen in the achievements that have been obtained by the school during the race. The inhibiting factors for motivation so that students can excel are costs that must be incurred by parents, student motivation is easily decreased and the concentration of students in the process of guidance and counseling that is easily divided so that teacher's advice is sometimes forgotten. The solution that the teacher gives is by giving advice, showing animated videos about motivation, and doing exercises outside of school to open students' insights. Supporting factors for students to have achievement motivation are internal factors in the form of physical factors and psychological factors. Keyword: The teacher's role, Implementation of Guidance and Counseling, Character Building, Achievement Motivation, inhibiting factors and supporting Achievement Motivation
Permasalahan Yang Dihadapi Guru Dalam Pengelolaan dan Pemanfaatan Media Pembelajaran Dwi Prastika; Santhy Hawanti; Lia Mareza
INVENTA: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 3 No 2 (2019): Inventa: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.044 KB) | DOI: 10.36456/inventa.3.2.a2012

Abstract

The main focus of this research is the problem of the management and use of instructional media by teachers. This study aims to determine the teacher & problems in the management of instructional media and find out the teacher & problems in utilizing instructional media as a source of learning in State Elementary School 2 Kalisalak. In this study using a descriptive qualitative approach and data collection techniques include observation, interviews, and documentation. The results of the study show that the teacher & problematics in managing the media for procurement provided by schools is incomplete, so each teacher chooses by designing the media and utilizing the surrounding environment to be used as media, inventory recording is still united with the needs of the school, there is no special room for storage of learning media, and the storage is still lacking maintenance, because there is no special staff to handle media storage. The next result is the problematic teacher in the use of instructional media, in the learning process low-grade teachers more often use the surrounding environment as a medium of learning, the LCD media but only a few teachers can use the LCD.
IMPLEMENTASI PERMAINAN TRADISIONAL DALAM MENUMBUHKAN KERJASAMA PESERTA DIDIK DI SD ALAM BATURRADEN Restu Ardian; Lia Mareza; Pratik Hari Yuwono
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.043 KB) | DOI: 10.31602/jmbkan.v6i4.3764

Abstract

Hasil penelitian ini menunjukkan secara umum kerjasama memiliki manfaat yakni aktivitas menjadi lebih cepat terselesaikan dan cenderung memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi. Dengan kerjasama peserta didik dapat menumbuhkan rasa kebersamaan, peserta didik untuk berkomunikasi, menumbuhkan keaktifan peserta didik, memunculkan semangat dalam diri peserta didik dan memacu peserta didik untuk berani mengungkapkan pendapatnya. Permainan tradisional dimainkan oleh banyak orang sehingga muncul kebersamaan dalam permainan tradisional, saling bertanya, bercanda dan mengenal satu sama lainnya.Peserta didik terlihat aktif pada saat guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya mengenai permainan tradisional yang akan dimainkan. Selain itu peserta didik yang berinisiatif untuk langsung melakukan komunikasi di timnya bagaimana cara untuk memenangkan permainan tradisional tersebut. Faktor penghambat permainan tradisional dalam menumbuhkan kerjasama peserta didik yaitu peserta didik yang memilih teman, egois dalam permainain tradisional. Guru yang melakukan pembentukan tim permainan tradisional agar peserta didik tidak memilih teman dan peserta didik dapat berinteraksi atau berkomunikasi dengan pesetta didik lainnya. Guru harus menjelaskan permainan tradisional yang akan dimainkan kepada peserta didik, menjaga sportifitas, tidak egois sehingga pada saat melakukan permainan tradisional peserta didik dapat dengan mudah untuk memenangkan permainan tradisional tersebut. Selain itu permainan tradisional tidak hanya dilakukan di luar ruangan atau lapangan saja tetapi dapat dilakukan di dalam ruangan bila tempat tidak memadahi atau cuaca sedang buruk. 
Culture Shock Mahasiswa Rantau Sebagai Kelompok Minoritas Agung Nugroho; Lia Mareza
Jurnal Perspektif Vol 6 No 3 (2023): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v6i3.789

Abstract

Makin maju peradaban manusia menyebabkan makin mudahnya masyarakat bepergian dari satu wilayah ke wilayah lain. Bukan hal yang aneh jika seseorang pergi dan menetap dari suatu negara atau satu pulau ke pulau yang berbeda. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bentuk, dampak dan adaptasi culture shock mahasiswa yang berasal dari luar Jawa di Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan informan yaitu mahasiswa Prodi PGSD yang berasal dari luar pulau Jawa. Informan penelitian dipilih dengan metode purposive sampling. Data diperoleh dengan teknik wawancara. Langkah analisis data meliputi: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan Hasil penelitian kemudian diuji validitas menggunakan triangulasi sumber. Berdasar hasil penelitian, diperoleh hasil bahwa seluruh informan peneiltian mengaku mengalami culture shock saat mereka tiba di lingkungan kampus berupa culture shock bahasa, makanan dan adat istiadat. Akibatnya para informan mengalami berbagai kesulitan diawal menjadi mahasiswa. Perbedaan bahasa membuat mereka kesulitan dalam bekomunikasi serta ditertawakan ketika tidak paham atau salah berbicara, sebagai kaum minoritas, mereka merasa asing, dikucilkan, sulit bergaul, sedih yang mengakibatkan merindukan daerah asal dan rindu pada keluarga dirumah. Beberapa strategi adaptasi diantaranya dalam berinterkasi maupun berkomunikasi para informan menggunakan bahasa Indonesia untuk mengurangi kesalahpahaman serta mencoba mempelajari bahasa daerah, mencari menu makanan daerah asal, aktif mengikuti kegiatan di lingkungan kampus dan masyarakat serta mempelajari budaya setempat.di lingkungan Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
Literasi Numerasi Siswa Disabilitas SD Negeri 5 Arcawinangun Muhammad Romli Afri Muhalim; Lia Mareza
Journal on Education Vol 7 No 1 (2024): Journal on Education: Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i1.6752

Abstract

This research aims to determine the numeracy literacy of slow learner students at SD Negeri 5 Arcawinangun, as well as the inhibiting and supporting factors that affect the numeracy literacy of slow learner students. This type of research is a case study qualitative research, the research subjects are 3 slow learner students in grade 4 SD Negeri 5 Arcawinangun. Data collection techniques using observation, interviews, and documentation techniques. The results of this study indicate that slow learner students have diverse numeracy literacy skills. The numeracy literacy skills of students with disabilities are influenced by 2 factors, namely internal and external such as the motivation of students with disabilities, family parenting, the teacher's ability to familiarize numeracy literacy questions, and facilities and infrastructure.