Singkong merupakan bahan pangan lokal yang banyak dimanfaatkan oleh pelaku UMKM, salah satunya diolah menjadi keripik. Tantangan utama dalam produksinya adalah proses pencampuran bumbu agar merata dan efisien. Penelitian ini menganalisis efisiensi energi dan kualitas pencampuran antara mesin pengaduk bumbu pabrikan dan mesin rakitan lokal milik PT Anugerah Jaya. Metode yang digunakan adalah studi kasus melalui observasi dan wawancara langsung di lokasi produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mesin rakitan memiliki kapasitas lebih besar (15 kg), konsumsi daya lebih rendah (800–1000 W), dan kecepatan rotasi optimal (40–60 RPM). Mesin ini mampu mencampur bumbu secara merata tanpa merusak tekstur keripik. Selain itu, dari sisi operasional, mesin rakitan lebih hemat energi, mudah dioperasikan, serta tahan lama. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan prinsip dinamika rotasi dalam desain mesin lokal dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi UMKM secara signifikan.
Copyrights © 2025