Pasien dengan kasus skizofrenia cenderung dapat melakukan hal-hal yang berbahaya karena mengikuti halusinasi yang dirasakannya. Apabila halusinasi tidak ditangani segera maka akan menimbulkan risiko terhadap keamanan diri pasien maupun orang lain. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien halusinasi pendengaran di Rumah Sakit Jiwa Aceh dengan pendekatan terapi psikoreligius (zikir). Intervensi yang dilakukan adalah penerapan strategi pelaksanaan dan zikir sebagai terapi spiritual. Hasil evaluasi didapatkan dengan menggunakan kuesioner Auditory Hallucination Rating Scale (AHRS) yang menunjukkan adanya penurunan intensitas halusinasi setelah diterapkan terapi zikir yaitu suara halusinasi muncul kurang dari seminggu sekali sekitar 10 menit sebelum diberikan intervensi dan menjadi tidak mendengar suara halusinasi sama sekali. Kesimpulan dari studi kasus ini adalah penerapan terapi psikoreligius zikir mampu membuat pasien lebih nyaman dan tenang serta menurunkan kegelisahan dan gejala lainnya pada pasien halusinasi. Diharapkan terapi psikoreligius zikir dapat diterapkan dan dijadikan satu program terjadwal rutin ketika pagi dan petang sehingga dapat menurunkan kejadian halusinasi pada pasien di Rumah Sakit Jiwa Aceh.
Copyrights © 2023