Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Vol 3, No 4 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam

POTENSI MASYARAKAT DAN PERANAN KELEMBAGAAN DI ZONA PENYANGGA TAMAN NASIONAL BUKIT TIGAPULUH

Wanda Kuswanda (Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aek Nauli)
Abdullah Syarief Mukhtar (Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan)



Article Info

Publish Date
28 Jul 2017

Abstract

Keberadaan masyarakat  di sekitar zona penyangga akan mempunyai   interaksi dan berpengaruh terhadap Taman Nasional Bukit Tigapuluh   (TNBT). Penelitian ini bertujuan untuk rnendapatkan informasi tentang potensi (karakteristik, persepsi, dan interaksi)  masyarakat dan peranan kelembagaan dalam pengelolaan zona penyangga TNBT. Pengumpulan   data dilakukan melalui kuesioner  dan wawancara  dengan masyarakat   dan stakeholder terkait yang dianalisis dengan tabel  frekuensi dan  sistem Analytic Hierarchy Process (AHP). Karakteristik masyarakat sebagian besar merupakan penduduk asli, suku  Melayu, beragama   Islam, dan bekerja sebagai  petani.  Persepsi  masyarakat  tergolong  positif  meskipun   interaksi  terhadap kawasan TNBT masih cukup tinggi,  Peranan  kelembagaan  dalam penataan batas dan ruang serta perlindungan taman nasional merupakan  prioritas program  Balai TNBT  (nilai  = 0,339 dan 0,421, artinya  33,9% dan  42,1% hal tersebut dinilai  responden sebagai peranan Balai TNBT), peningkatan sumberdaya   manusia dan ekonomi  sebagai prioritas lernbaga masyarakat lokal (0,462), dan pemantauan pengelolaan daerah penyangga sebagai  prioritas Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)(0,315). Program   pernberdayaan lembaga masyarakat  lokal  dapat dilakukan dengan   membuat kebijakan yang berorientasi  pada kepentingan  rnasyarakat,   pelatihan, dan memberikan  bantuan  modal.

Copyrights © 2006