Budaya patriarki di Indonesia mengalami anomali, ditandai dengan peningkatan jumlah perempuan yang bekerja. Dampak dari semakin banyaknya perempuan menjadi penopang utama ekonomi keluarga adalah munculannya “bapak rumah tangga”, yaitu seorang bapak yang banyak meluangkan waktu atau bertanggung jawab sepenuhnya terhadap urusan domestik dan pengasuhan dalam keluarga. Bapak rumah tangga biasanya memiliki penghasilan lebih kecil dari pada istri atau bahkan tidak memiliki penghasilan sama sekali. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana hubungan konsep diri terhadap sikap suami istri di dalam rumah tangganya dimana suami berperan sebagai bapak rumah tangga. Situasi suami yang bukan sebagai pencari nafkah utama atau bahkan tidak sebagai pencari nafkah akan mempengaruhi bagaimana suami dan istri memahami konsep dirinya. Konsep diri dalam keluarga yang demikian penting untuk dipelajari karena posisi suami yang tidak menjadi pencari nafkah utama berpotensi menimbulkan konsep diri negatif yang berakibat pula pada sikap yang negatif. Penelitian ini melibatkan 23 suami dan 24 istri dari Daerah Istimewa Yogyakarta dan Ponorogo. Dari penelitian ini didapatkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara konsep diri dan sikap suami yaitu sebesar 0,498. Sedangkan konsep diri istri berhubungan positif signifikan terhadap sikap mereka sebesar 0,458.
Copyrights © 2024