Kualitas Ekosistem hutan ssebagai habitat dapat dinilai dari biomassa primata arboreal yang pergerakan dan sumber pakan sangat tergantung pada Struktur fisik tegakan. Pendugaan berat badan (Bb) individu sebagai biomassa secara langsung di habitat alami dilakukan dengan mcngukur gaya, elastisitas cabang berdiameter kurang dari 10 cm dimana primata duduk atau istirahat. Penelitian ini menggunakan bekantan Nasalis larvatus Wurmb) sebagai satwa model. Model regresi sebagai penduga Bb (kg) dengan parameter geometrik tubuh yang berhubungan erat dengan berat badan, telah diujikan terhadap panjang badan dan kepala (td, dalam cm) sena luas permukaan tubuh (L, dalam m2). Dalam penelitian, Td diukur pada posisi duduk bekantan. Hasil menunjukan bahwa korela L terhadsp td pada jantan dan betina berbeda, Dengan luas permukaan tubuh betina setengah dari luas permukaan tubuh jantan (dimorfisme seksual),nilai korelasi L dengan td adalah L . c1'-0,0514.sedangkan L t-0,1048e dan korelasi L dengan Bb mengikuti persamaan L • 0, 1324 Bb°".
Copyrights © 2005