Kualitas udara dalam ruangan, khususnya dapur sangat penting karena berpengaurh terhadap kesehatan penghuni. Aktivitas memasak dapat menghasilkan partikel halus PM2,5 dan PM10 yang dapat berisiko bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan konsentrasi PM2,5 dan PM10 pada dapur dengan dan tanpa ventilasi dan membandingkan dengan standar baku mutu udara. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan alat Particulate Counter HT-9600 dan Anemometer LM-8000A pada tiga kondisi waktu: sebelum, saat dan sesudah memasak. Hasil menunjukkan bahwa pada dapur tanpa ventilasi PM10 meningkat pada pagi hari dari 32 µg/m³ menjadi 222 µg/m³, dan PM2,5 meningkat hingga 210 µg/m³ saat memasak. Sebaliknya, pada dapur dengan ventilasi kenaikan konsentrasi tidak mengalami kenaikan yang terlalu tinggi. Berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dan PP No. 22 Tahun 2021, dapur tanpa ventilasi masuk kategori “Sangat Tidak Sehat”, sedangkan dapur berventilasi berada dalam kategori lebih aman. Ventilasi terbukti efektif dalam menurunkan konsentrasi partikel dan mengurangi risiko polusi udara di dapur.
Copyrights © 2025