Pemilihan material yang digunakan pada suatu bangunan sangat berpengaruh dalam perancangan sistem tata udara. Jenis material yang padat memiliki nilai transmitansi termal yang tinggi sehingga dapat menyebabkan tingginya temperatur pada suatu ruangan yang mengakibatkan beban pendinginan yang dihasilkan menjadi besar. Sedangkan, untuk material berongga memiliki nilai insulator sehingga dapat menghambat perpindahan panas yang terjadi secara konduksi dan konveksi. Penggunaan jenis kaca pun harus dipertimbangkan karena kaca merupakan tempat perpindahan panas matahari secara radiasi dan konduksi. Perbandingan dilakukan untuk material dinding dan kaca, menggunakan dinding bata merah, bata ringan, dan beton yang dikombinasikan dengan kaca jenis reflektif, double glazing clear, double glazing low-e, dan panasap. Analisis ini berpengaruh terhadap nilai transmitansi termal (u-value) yang berbeda dari setiap material dengan perhitungan beban pendinginan menggunakan software Hourly Analysis Program (HAP) versi 5.01 yang bertujuan untuk memperoleh kebutuhan beban pendinginan terkecil dari 12 variasi dinding dan kaca untuk efisiensi energi gedung sehingga didapatkan hasil kebutuhan beban pendinginan total yang paling kecil sebesar 141.478 watt pada bata hebel yang dikombinasikan dengan kaca double glazing low-e setebal 10 mm pada temperatur ruangan yang dikondisikan 23°C dan temperatur lingkungan 34,7°C pada jam 16.00.
Copyrights © 2025