Sediaan yang bermanfaat membersihkan tubuh dan mengandung berbagai senyawa yang berperan sebagai antibakteri, seperti flavonoid, tanin, dan saponin adalah sabun mandi cair ekstrak daun binahong. Penelitian bertujuan untuk memformulasikan, menganalisis pengaruh, dan menentukan konsentrasi optimum penambahan ekstrak daun binahong pada pembuatan sabun mandi cair. Variasi ekstrak daun binahong dibuat sebesar 4%, 8%, dan 12% menggunakan pelarut etanol 96%, rasio 1:10 (b/v), dan maserasi selama 3 × 24 jam. Uji antibakteri menggunakan metode cakram difusi agar yang menghasilkan zona hambat berturut turut 9,5 mm; 13 mm; dan 12 mm untuk S. aureus; serta 9 mm; 11,5 mm; dan 10 mm untuk P. aeruginosa. Karakterisasi sesuai dengan SNI 4085-2017, pH bernilai 8,0 – 8,9; alkali bebas 0,03 – 0,19%; dan total bahan aktif 24,39 – 35,32%. Uji organoleptik sampel berwarna hijau, kental, lembut, dan beraroma parfum sedikit aroma ekstrak. Viskositas bernilai 342 – 707,7 cPs; massa jenis bernilai 1,058 – 1,099 g/ml; dan stabilitas busa bernilai 36 – 53,5 mm. Penelitian membuktikan sabun mandi cair ekstrak daun binahong memberikan efek antibakteri dengan konsentrasi optimum penambahan esktrak 8% terhadap S. aureus dan P. aeruginosa. Sabun memenuhi syarat sediaan fisik dan SNI 4085-2017, tetapi pengujian viskositas penambahan ekstrak 8% serta pengujian alkali bebas penambahan esktrak 8% dan 12% tidak memenuhi standar.
Copyrights © 2025