Kemampuan literasi penting untuk siswa SD, namun hasil studi pendahuluan di SD Muhammadiyah Kota Blitar menyatakan bahwa pasca pandemi, kegiatan literasi di SD tersebut menjadi terhambat. Kegiatan rutin membaca di perpustakaan lalu mengisi jurnal membaca menjadi terhenti. Selain itu, kegiatan literasi 15 menit sebelum pembelajaran juga belum terlaksanal. Oleh karena itu, dilaksanakan PKM dalam bentuk pendampingan dengan tujuan untuk menyusun rencana kegiatan literasi dengan model BTS berbasis kearifan lokal Blitar. Kegiatan PKM dilaksanakan dengan cara workshop, FGD, lalu pendampingan. Indikator keberhasilan dari kegiatan ini adalah guru mampu menyusun rencana kegiatan literasi yang memadukan keterampilan membaca, menulis, dan menyampaikan (berbicara). Hasil pendampingan menunjukkan bahwa guru mampu menyusun rencana kegiatan literasi dengan model BTS yang memanfaatkan sumber literasi berbasis kearifan lokal Blitar, yaitu buku Kisanak, Si Cetar, dan e-flipbook. Dengan demikian, dalam kegiatan literasi di SD, guru berperan merancang kegiatan sekaligus memilihkan sumber bacaan
Copyrights © 2025