Artikel ini meninjau peran krusial variasi anatomi pada rongga hidung dan sinus paranasal dalam patogenesis rinosinusitis. Kondisi seperti deviasi septum nasi, konka bulosa, dan sel Haller dapat mempersempit kompleks ostiomeatal, mengganggu ventilasi dan drainase mukosiliar. Obstruksi ini memicu stasis mukus, proliferasi mikroorganisme patogen, dan peradangan persisten. Pemahaman mendalam tentang variasi anatomi sangat esensial untuk tatalaksana rinosinusitis yang akurat dan presisi. Tomografi komputer resolusi tinggi merupakan modalitas pencitraan utama untuk identifikasi variasi ini, mendukung manajemen klinis yang optimal dan prosedur bedah sinus endoskopik fungsional yang aman serta efektif, sehingga meningkatkan hasil perawatan pasien.
Copyrights © 2025