Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunitas relawan Pajappa Bangkeng dalam mendukung pembangunan pendidikan di Dusun Borongkayua, Kabupaten Gowa, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Kajian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi, penyajian, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pajappa Bangkeng menerapkan strategi pendidikan berbasis komunitas yang mencakup empat aspek utama. Pertama, penguatan literasi dasar dengan pendekatan belajar sambil bermain untuk meningkatkan keterampilan membaca, menulis, dan berhitung. Kedua, penyediaan ruang belajar alternatif berupa kelas kreatif yang memanfaatkan sumber daya lokal sebagai solusi keterbatasan fasilitas sekolah. Ketiga, pembelajaran berbasis nilai melalui kelas agama yang menekankan moralitas, akhlak, dan pembentukan karakter. Keempat, edukasi kesehatan sederhana yang relevan dengan kondisi masyarakat pelosok, seperti praktik hidup bersih dan gizi seimbang. Pelaksanaan strategi ini didukung oleh antusiasme masyarakat, semangat sukarela relawan, serta nilai gotong royong lokal. Namun, keterbatasan dana, fasilitas, akses geografis, dan waktu relawan menjadi tantangan utama. Secara keseluruhan, keberadaan komunitas relawan terbukti mampu meningkatkan motivasi belajar anak, memperkuat kepedulian masyarakat terhadap pendidikan, serta menghadirkan model pendidikan alternatif yang berkelanjutan. Temuan ini menegaskan bahwa keterlibatan komunitas lokal berperan strategis sebagai agen transformasi sosial dalam mengatasi keterbatasan pendidikan di wilayah pelosok.
Copyrights © 2025