Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadist di Mas Silih Nara dengan menerapkan pembelajaran kontekstual, storytelling, dan reward. Dalam penelitian ini, pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan pengumpulan dokumen, sedangkan analisis data meliputi tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran kontekstual diterapkan dengan menghubungkan materi Al-Qur’an Hadist dengan kondisi kehidupan nyata siswa, sehingga mereka lebih mudah memahami dan merasa termotivasi untuk belajar. Metode bercerita digunakan oleh guru untuk menyampaikan kisah-kisah teladan dari Al-Qur’an dan Hadist yang mampu menarik perhatian siswa serta menanamkan nilai-nilai moral. Strategi pemberian imbalan diwujudkan dalam bentuk pujian, penghargaan, dan hadiah kecil sebagai motivasi eksternal untuk mendorong siswa lebih antusias dalam belajar. Namun, dalam pelaksanaannya, guru menghadapi beberapa tantangan, seperti kurangnya minat belajar pada beberapa siswa, keterbatasan waktu, minimnya sarana pembelajaran, perbedaan kemampuan siswa, konsistensi guru dalam menerapkan strategi, serta pengaruh faktor eksternal dari lingkungan. Untuk mengatasi masalah tersebut, guru mengembangkan berbagai solusi, antara lain dengan memvariasikan metode pembelajaran, merancang perencanaan yang efektif, menggunakan media sederhana, menerapkan pembelajaran berbeda sesuai kebutuhan, menjaga konsistensi penerapan strategi, dan bekerja sama dengan orang tua. Oleh karena itu, disimpulkan bahwa penerapan strategi kontekstual, bercerita, dan pemberian imbalan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadist meskipun masih terdapat tantangan.
Copyrights © 2025