Pelecehan seksual dapat membawa efek traumatis dan dapat berdampak pada kesehatan mental serta keseharian individu yang mengalami. Meskipun demikian ternyata terdapat beberapa individu yang mampu bangkit dari keterpurukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami lebih dalam proses resiliensi pada korban pelecehan seksual. Partisipan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini memiliki kriteria yakni pernah mendapatkan pelecehan seksual secara fisik atau non-fisik yang menimbulkan stres atau tekanan berat dan menunjukkan fitur resilien dari kejadian tersebut. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses resiliensi korban pelecehan seksual dimulai dari penyebab terguncangnya psikologis, mendapatkan dampak jangka pendek dan dampak jangka panjang dari pelecehan seksual, interaksi antara faktor protektif dan faktor risiko yang memengaruhi proses resiliensi korban, kemudian menuju strategi koping dan adaptasi, serta korban menunjukkan fitur resilien.
Copyrights © 2025