Proses adaptasi terhadap perubahan pola makan dan metabolisme selama Ramadhan dapat memicu berbagai efek samping yang mempengaruhi kesehatan individu. Apoteker memiliki peran penting dalam membantu menyesuaikan penggunaan obat selama bulan Ramadhan secara aman. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menyusun dan melaksanakan program edukasi berbasis kesehatan yang berfokus pada mewaspadai efek samping obat selama puasa dengan sasaran masyarakat yang berkunjung di Puskesmas Simpang Baru, Kec. Bina Widya, Kota Perkanbaru, Provinsi Riau. Kegiatan pengabdian ini mencakup penyampaian materi dan pemberian informasi media leaflet. Untuk mengetahui tingkat pengetahuan msyarakat diberikan pretset dan post-test setelah penyampaian materi. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dengan uji Wilcoxon diperoleh nilai p(<0,05) terdapat adanya pengaruh terhadap edukasi kepada masyakat dengan meningkatnya pengetahuan. Peningkatan signifikan terlihat dari perubahan persentase responden yang memiliki pengetahuan tinggi, dari 24% pada pretest menjadi 44% pada post-test. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai risiko konsumsi obat saat berpuasa dan cara-cara untuk mengelola kesehatan mereka dengan lebih baik.
Copyrights © 2025