Abstrak: Penelitian kebijakan ini menganalisis penurunan capaian kontrasepsi vasektomi di Provinsi Jawa Timur dan merumuskan alternatif kebijakan berbasis bukti. Metode yang digunakan adalah analisis kebijakan deskriptif kualitatif dengan data sekunder SIGA BKKBN, dokumen regulasi, dan literatur. Faktor penyebab dipetakan melalui analisis fishbone, diikuti penentuan prioritas dengan pendekatan urgensi, keseriusan, dan potensi pertumbuhan masalah. Hasil menunjukkan penyebab utama adalah ketidakmerataan sebaran dokter terlatih vasektomi. Evaluasi komparatif menggunakan analisis skor menempatkan kebijakan peningkatan sebaran dokter pelaksana vasektomi sebagai opsi paling efektif, efisien, dan berdampak jangka panjang. Rekomendasi meliputi penguatan regulasi nasional dan daerah, program pelatihan terstandar untuk dokter di layanan primer, serta mekanisme pemantauan dan evaluasi bertahap guna memastikan pemerataan akses dan peningkatan partisipasi pria dalam program KB.
Copyrights © 2025