Penggunakan humor dalam dakwah, menempati posisi penting selain untuk menarik perhatian, humor juga bisa digunakan sebagai sarana edukasi kepada mad’u, humor dalam dakwah dapat membantu meredahkan ketegangan, membuat pesan lebih mengena dan membangun kedekatan emosional dengan audiens. Permasalahan yang diangkat dalam peneliti ini adalah penggunakan humor dalam dakwah KH. Bastami Tibyan, yang akan dijabarkan dalam dua fukos yaitu :1. Bagaimana humor dalam retorika dakwah KH. Bastomi Tibyan. 2. Bagaimana bentuk perbedaan humor KH. Bastami Tibyan antara Mahasiswa dan Masyarakat. Berdasarkan dari judul peneliti maka peneliti menggunakan pendekatan kualitatif, peneliti menggunakan penelitiankualitatif yang memiliki ciri-ciri yang menggambarkan lapangan, karena penelitiankualitatif merupakan teknik penelitian yang menghasilkan informasi tentang pengamatan dari pengamatan dalam bentuk wawancara, analisis untuk memperolehdata, atau imformasi. Medote ini kemudian menggunakan keabsaha data, peneliti menggunakan trigulasi dengan mengambil pendapat seseorang dari mahasiswa danmasyarakat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa humor dalam retorika dakwah yangdigunkan oleh KH. Bastami Tibyan sangat mempengarui orang lain, karena memilik beberapa faktor kehati-hatian dalam menyampaikan dakwah, dan pemilihan humor yang sesuai dengan kondisi uadiens. Humor dalam dakwah KH. Bastami Tibyan memiliki perbedaan dalam menyampaikan dakwah antara mahasiswa dan masyarakat. Humor yang disampaikan kepada mahasiswa lebih cenderung menggunakan penyesuaian tema, ilmiyah, akademis dan analisa. Sedangkan humor yang disampaikan kepada masyarakat justru lebih kepada penggunaan bahasa yang sederhana, mudah dipahami dan kondisional.
Copyrights © 2025