Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan keikutsertaan ibu dalam program Keluarga Berencana (KB) pasca persalinan di wilayah kerja Puskesmas Pulau Beringin tahun 2025. Penelitian menggunakan metode kuantitatif analitik dengan pendekatan case control terhadap 60 responden, terdiri atas 30 ibu pengguna KB ≤ 42 hari pasca persalinan (kasus) dan 30 ibu pengguna KB > 42 hari atau belum menggunakan (kontrol). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur, kemudian dianalisis dengan uji Chi-Square pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor usia (p=0,067), tingkat pendidikan (p=0,617), dan penghasilan (p=0,601) tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan keikutsertaan KB pasca persalinan. Namun, terdapat hubungan signifikan antara paritas dengan keikutsertaan KB (p=0,038), di mana ibu dengan paritas tidak ideal (>2 anak) memiliki kecenderungan lebih tinggi menggunakan kontrasepsi pasca salin. Temuan ini menunjukkan bahwa jumlah anak berperan penting dalam keputusan penggunaan KB, sementara faktor sosiodemografi lain relatif tidak berpengaruh. Disarankan agar tenaga kesehatan meningkatkan konseling KB pasca salin terutama bagi ibu dengan paritas rendah agar kesadaran penggunaan kontrasepsi meningkat sejak dini.
Copyrights © 2025