Salah satu faktor lingkungan kotor adalah rendahnya kesadaran masyarakat terhadap masalah kebersihan air. Di Desa Cijagang hampir disetiap rumah memilki kolam penampungan air yang biasa disebut dengan (kulah). Namun, kolam penampungan air itu memiliki air yang kotor dan keruh, air itu tersebut berasal dari aliran sungai dan air hujan yang ditampung. Warga desa biasa menggunakan air dari kolam tersebut untuk keperluan sehari-hari. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan tentang perilaku hidup bersih dan sehat di Desa Cijagang melalui kegiatan sosialisasi lingkungan bersih dan hidup sehat, serta pembentukan kelompok Jumantik. Metode pengabdian masyarakat ini menggunakan FGD (Focus Group Discation) dengan teknik survei, wawancara, assesmen dan observasi untuk mengumpulkan data dan informasi dari masyarakat yang terlibat dalam pembentukan kelompok jumantik dalam upaya menjaga lingkungan bersih dan menerapkan hidup sehat. Kegiatan sosialisasi dilakukan pada 26 Januari 2024 dibalai desa dengan jumlah sasaran sebanyak 18 orang. Hasil dari sosialisasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam kesadaran masyarakat Desa Cijagang terkait dengan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan hidup sehat. Kegiatan pembentukan kelompok jumantik dilaksanakan pada 26 januari 2024 sasaran dari kegiatan ini berjumlah 8 orang. Pembentukan kelompok Jumantik juga terbukti memberikan kontribusi positif dalam upaya pengendalian penyebaran penyakit dan menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan. Pengabdian masyarakat ini memberikan kontribusi positif dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat di Desa Cijagang, sekaligus memberdayakan masyarakat untuk berperan aktif dalam menjadi bagian kelompok jumantik dalam menjaga kesehatan dan kebersihan. Upaya ini menjadi landasan untuk pengembangan program pemberdayaan masyarakat dalam konteks lingkungan dan kesehatan. Kata Kunci : Hidup Sehat, Lingkungan Bersih, Kolam Penampungan Air, Kelompok Jumantik, Pengabdian Masyarakat
Copyrights © 2024