Transformasi perumahan di Indonesia sering kali illegal serta melibatkan modifikasi dan perluasan pada bagian luar maupun dalam unit huniannya. Pada dasarnya perumahan terencana sudah dibangun dengan bentuk yang sesuai dan teratur, namun pada perumahan Gani Residence dan Jeulingke Residence Sebagian besar penghuni telah melakukan perubahan pada rumahnya saat ditepati. Penelitian ini berfokus pada faktor-faktor yang memengaruhi keputusan desain rumah di Gani Residence dan Jeulingke Residence, dengan penekanan pada pergeseran tipe standar 36 dan 45. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya transformasi rumah bervariasi; Gani Residence mencapai Rp 823.000.000, sedangkan di Jeulingke Residence mencapai Rp 833.000.000. Faktor-faktor seperti harga tanah, jenis bahan bangunan, dan preferensi pemilik rumah memengaruhi perbedaan biaya ini. Meskipun biaya di Jeulingke lebih tinggi, responden merasa bahwa manfaat yang diperoleh sebanding dengan biaya tersebut. Penelitian ini menekankan pentingnya perencanaan yang matang untuk memastikan bahwa perubahan desain sesuai dengan kebutuhan dan luas tanah yang tersedia.
Copyrights © 2024