Penelitian ini bertujuan menganalisis peran interaksi teman sebaya dan lingkungan pesantren dalam membentuk motivasi belajar santri di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Asy-Syifaa’ Kajen Pekalongan. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi teman sebaya melalui muroja’ah, setoran hafalan, dan aktivitas harian menciptakan interaksi sosial yang memperkuat semangat belajar. Belajar bersama teman membuat proses hafalan lebih menyenangkan dan meningkatkan rasa percaya diri santri. Lingkungan pesantren yang disiplin, religius, dan adanya bimbingan pengasuh turut membentuk tanggung jawab, konsistensi, dan kedisiplinan belajar. Kedua faktor ini saling melengkapi dalam menumbuhkan motivasi belajar. Penelitian ini menegaskan bahwa motivasi belajar santri muncul dari kombinasi dorongan pribadi, dukungan sosial seta lingkungan pesantren sehari-hari.
Copyrights © 2025