Penelitian ini mengkaji puisi “Karawang - Bekasi”karya Chairil Anwar melalui pendekatan pragmatik, khususnya melalui analisis tindak tutur lokusi dan ilokusi berdasarkan teori Searle. Metode kualitatif-deskriptif digunakan untuk meneliti setiap bait puisi secara purposive. Data primer berupa teks puisi dan data pendukung berupa literatur teori pragmatik dan kajian sastra. Hasil analisis menunjukkan bahwa Chairil memanfaatkan berbagai jenis tindak tutur seperti lokusi yang menyatakan kondisi kematian, usaha, dan penghormatan, serta ilokusi yang mengandung panggilan moral, harapan untuk dikenang, dan refleksi etis terhadap makna pengorbanan. Tindak tutur ini memperkaya dimensi emosional dan simbolik puisi, serta mengundang keterlibatan pembaca secara emosional terhadap semangat perjuangan kemerdekaan. Analisis ini tidak hanya menjelaskan makna literal dari setiap bait, tetapi juga mengungkap maksud tersembunyi yang memperkaya dimensi emosional puisi. Tindak tutur ilokusi dalam puisi ini secara eksplisit menunjukkan ekspresi keputusasaan, pengharapan, serta ajakan moral kepada generasi penerus. Penelitian ini turut menunjukkan bahwa pendekatan pragmatik mampu membuka pemahaman baru terhadap puisi sebagai media komunikasi yang sarat makna, tidak hanya sebagai karya sastra estetis. Maka, penelitian ini besar harapannya bisa memberi kontribusi untuk pengembangan kajian linguistik sastra, terutama untuk memahami cara penyair menyampaikan ide dan pesan melalui tuturan yang penuh muatan historis dan ideologis.
Copyrights © 2025