SEMIRATA 2015
Prosiding Bidang Kimia

PEMBUATAN MEMBRAN ASIMETRIS CaTiO3 DENGAN METODE INVERSI FASA MENGGUNAKAN POLIETERIMIDA DAN ADITIF POLIETILENA GLIKOL

Zulita Dian Utami, Hamzah Fansuri, Nurul Widiastuti, (Unknown)



Article Info

Publish Date
11 Apr 2016

Abstract

Membran asimetris oksida perovskit penghantar ion oksigen dapat dibuat dengan metode inversi fasa rendam-endap di mana morfologi membran yang dihasilkan tergantung pada jenis polimer dan aditif yang digunakan. Hantaran ion oksigen sangat dipengaruhi oleh morfologi sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh aditif polietilena glikol (PEG) terhadap morfologi membran oksida perovskit yang dibuat dengan metode inversi fasa menggunakan polieterimida (PEI) sebagai pembentuk membran. Oksida perovskit yang digunakan adalah CaTiO3 yang disintesis dengan metode solid state. PEI digunakan sebagai pengikat CaTiO3 dan pembentuk struktur membran, n-metilpirolidon (NMP) sebagai fasa pelarut, air sebagai fasa non pelarut, dan PEG sebagai pembentuk pori. PEG ditambahkan sebanyak 0; 0,3; 0,5 atau 0,7% dari massa total campuran PEI, NMP dan CaTiO3. Membran mentah hasil proses inversi fasa dengan ketebalan 0,5 mm selanjutnya disinter pada suhu 1200°C. Pengamatan morfologi membran dengan SEM menunjukkan bahwa membran berbentuk asimetris dengan terdapatnya tiga bagian yaitu bagian rapat yang terjepit di antara bagian berpori. Bentuk dan morfologi pori pada badan membran berbeda-beda sesuai dengan jumlah PEG yang ditambahkan. Semakin banyak PEG yang ditambahkan, semakin besar ukuran pori yang terbentuk. Sintering pada suhu 1200 °C menyebabkan pori pada membran menyusut secara bertahap atau bahkan hilang untuk ukuran pori yang lebih kecil. Katakunci: CaTiO3, membran asimetris, inversi fasa, polietilena glikol

Copyrights © 2015