Penelitian ini bertujuan menganalisis aspek kejiwaan tokoh utama pada cerpen Rumah yang Terang dalam menghadapi konflik batin, menggunakan aspek psikologi sastra. Selain itu, peneliti juga bertujuan mendeskripsikan aspek struktural cerpen Rumah yang Terang. Metode yang peneliti pakai adalah metode deskriptif kualitatif sumber data peneliti melalui teks cerpen Rumah yang Terang dalam e-book. Peneliti menggunakan teknik baca dan teknik catat, kemudian peneliti menganalisis menggunakan teori Sigmund Freud yang berisi Ide, Ego, dan Superego. Tokoh "aku" mengalami konflik batin yang kompleks, antara hasrat pribadi untuk memodernisasi rumah dengan memasang instalasi listrik dan keharusan menghormati otoritas ayah yang telah melarang tindakan untuk memasang listrik dirumah nya tanpa memikirkan larangan ayah. Kemudian mencari solusi agar diterima oleh kedua belah pihak lalu muncul rasa bersalah dan trauma mendalam setelah kematian sang ayah, membuat tokoh kehilangan identitas sebagai anak. Tokoh mengalami emosional menuju penerimaan nila-nilai spiritual yang diwariskan ayahnya.
Copyrights © 2025