Dalam bidang pendidikan, matematika memegang peranan penting dalam membantu siswa mengembangkan kapasitas berpikir kritis, sistematis, logis, dan rasional. Kini, para pendidik dituntut untuk fokus membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis di kelas. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru mata pelajaran, nilai sumatif akhir semester siswa Kelas X SMAN 18 Bandung masih di bawah kriteria KKM. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah siswa yang menggunakan GeoGebra sebagai pendamping model problem-based learning terdiferensiasi mengalami peningkatan kemampuan berpikir kritis matematika lebih baik daripada siswa yang menggunakan model pembelajaran tradisional. Partisipan penelitian adalah siswa kelas X SMAN 18 Bandung. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas X-4 sebagai kelompok eksperimen dan kelas X-2 sebagai kelompok kontrol. Teknik penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggabungkan desain kelompok kontrol non-ekuivalen dengan desain kuasi eksperimen. Soal-soal deskriptif dari ujian kemampuan berpikir kritis matematis digunakan sebagai alat bantu penelitian. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa meningkat lebih banyak ketika mereka menggunakan model problem-based learning terdiferensiasi dengan bantuan GeoGebra daripada ketika mereka menggunakan model pembelajaran tradisional.
Copyrights © 2024