Media sosial menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan Generasi Z, generasi ini lahir pada saat internet telah tersedia dan mereka sangat bergantung pada teknologi untuk mengakses informasi. Sebagai respons terhadap perubahan realitas ini, gereja menghadapi tantangan dan peluang untuk mengadaptasi metode Pendidikan Kristiani dengan memanfaatkan media sosial sebagai sarana pembelajaran untuk menjangkau generasi ini. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana gereja dapat memanfaatkan media sosial sebagai sarana yang relevan bagi Pendidikan Kristiani untuk mendidik Generasi Z. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan mengumpulkan, mengevaluasi, dan menganalisis sumber-sumber yang relevan dengan bidang penelitian. Melalui studi literatur, dan hasil survei, ditemukan bahwa penggunaan media sosial dapat memperkuat penyampaian ajaran agama, memperluas jangkauan komunitas, dan menciptakan ruang interaktif yang relevan bagi generasi muda. Namun, tantangan seperti distorsi informasi, ketergantungan pada teknologi, bahaya kedangkalan karena ketiadaan berpikir serta kurangnya keterlibatan langsung dalam kehidupan berjemaat tetap menjadi hambatan yang perlu diatasi oleh gereja. Penelitian ini menawarkan pentingnya mengintegrasikan strategi digital dengan pendekatan pastoral untuk merelevansikan pendidikan kristiani yang relasional dan inkarnasional.
Copyrights © 2024