Indonesia sangat rentan gempa bumi karena letak geografisnya di Cincin Api Pasifik. Sejarah mencatat dampak parah gempa, seperti di Bantul tahun 2006. Kesiapsiagaan bencana, terutama gempa, sangat penting untuk mengurangi kerugian. Pegawai BPBD memerlukan pengetahuan yang memadai untuk respons yang efektif. Penelitian ini mengkaji hubungan antara pengetahuan dan kesiapsiagaan gempa bumi pada pegawai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang merupakan wilayah yang sangat rentan terhadap gempa bumi. Menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan melibatkan 41 responden dari total populasi 63 pegawai BPBD melalui teknik total sampling. Mayoritas responden (90,2%) menunjukkan pengetahuan "Sangat Baik" dan kesiapsiagaan "Sangat Siap" terhadap gempa bumi. Uji Spearman Rank menunjukkan hubungan positif signifikan antara pengetahuan dan kesiapsiagaan (p = 0,032; r = 0,336), menandakan peningkatan kesiapsiagaan seiring pengetahuan. Hasil ini menegaskan pentingnya edukasi dan pelatihan berkelanjutan bagi BPBD untuk meningkatkan respons bencana yang efektif. Disarankan bagi BPBD untuk terus mengoptimalkan program pelatihan dan sosialisasi, sementara peneliti selanjutnya diharapkan dapat memperluas cakupan sampel untuk generalisasi yang lebih kuat.
Copyrights © 2025