Arus informasi digital yang masif di perguruan tinggi membawa risiko serius penyebaran ideologi radikal. Penelitian ini bertujuan merumuskan kerangka konseptual integrasi fact-checking dan literasi informasi dengan nilai-nilai moderasi beragama (wasathiyah) sebagai strategi deradikalisasi di lingkungan kampus. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan, penelitian ini menelaah berbagai literatur, jurnal, dan laporan yang relevan terkait peran fact-checking dalam memperkuat ketahanan mahasiswa terhadap hoaks, ujaran kebencian, serta propaganda ekstremis di ruang digital. Secara teoritis, fact-checking tidak hanya dipahami sebagai proses teknis verifikasi data, melainkan juga sarana edukatif yang menumbuhkan sikap kritis, toleran, dan konfirmatif terhadap kebenaran. Temuan menunjukkan bahwa perguruan tinggi perlu mengintegrasikan literasi informasi dengan nilai moderasi beragama guna mencegah pengaruh radikal, memperkuat resiliensi ideologis, serta menumbuhkan kesadaran inklusif pada mahasiswa. Integrasi ini diharapkan menjadi benteng efektif dalam membangun ekosistem digital moderat di perguruan tinggi.
Copyrights © 2025