Fenomena Duck Syndrome menggambarkan kondisi mahasiswa yang tampak tenang dan berprestasi di permukaan, tetapi sebenarnya mengalami tekanan dan kelelahan mental yang signifikan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi gejala Duck Syndrome pada mahasiswa Muslim di Indonesia, faktor-faktor yang mempengaruhi, serta strategi penanganannya dalam perspektif psikologi dan ajaran Islam. Metode penelitian menggunakan pendekatan mixed methods, melibatkan 120 responden dari tiga universitas di Indonesia melalui kuesioner skala Likert, serta wawancara mendalam dengan 10 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 64,2% mahasiswa mengalami gejala sedang hingga tinggi Duck Syndrome, dengan faktor dominan berupa tekanan akademik, ekspektasi keluarga, dan perbandingan sosial di media digital. Analisis kualitatif mengungkap peran penting konsep tawakkal, manajemen waktu Islami, dan dukungan komunitas sebagai proteksi psikologis. Temuan ini merekomendasikan integrasi konseling berbasis nilai Islam dalam layanan bimbingan kampus
Copyrights © 2025