Urgensi penelitian ini terletak pada peran strategis pembelajaran sains di sekolah dasar sebagai fondasi dalam membangun literasi sains dan kemampuan berpikir kritis siswa sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keefektifan model pembelajaran CLIS (Children's Learning in Science) berbantuan media miniatur tata surya ramah anak melalui tingkat pencapaian pemahaman konsep, ketuntasan klasikal, peningkatan pemahaman konsep, dan perbedaan pemahaman konsep yang signifikan. Urgensi penelitian ini adalah meminimalisir miskonsepsi pembelajaran IPA sehingga dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa secara mendalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metodologi quasi experimental times series design. Sampel penelitian adalah siswa kelas V di Jawa Barat. Indonesia. Pemilihan sampel ini menggunakan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik tes dengan instrumen tes pemahaman konsep siswa. Teknik analisis data menggunakan uji-t satu sampel, uji binomial satu sampel, uji-N gain, dan uji paired sample t-test. Temuan penelitian berupa pemahaman konsep IPA siswa dapat meningkat setelah penerapan model pembelajaran CLIS berbantuan media miniatur tata surya berbasis ramah anak dengan rincian rata-rata pemahaman konsep siswa sebesar 76,30, ketuntasan klasikal mencapai 78,26%, peningkatan pemahaman konsep siswa dengan kriteria peningkatan sedang sebesar 82,61%, dan terdapat perbedaan yang signifikan pemahaman konsep siswa sebelum pembelajaran mendapatkan rata-rata 61,30 dan sesudah pembelajaran mendapatkan rata-rata 76,30 sehingga terdapat selisih skor sebesar 15. Kesimpulan dari penelitian ini adalah model pembelajaran CLIS (Children's Learning in Science) berbantuan media miniatur tata surya ramah anak efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep siswa SD.
Copyrights © 2025