Disorganisasi keluarga, terutama akibat perceraian orang tua, memiliki dampak signifikan terhadap perubahan self-concept remaja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk mengeksplorasi bagaimana disorganisasi keluarga mempengaruhi identitas, citra diri, dan self-esteem remaja. Hasil menunjukkan bahwa remaja yang mampu beradaptasi positif cenderung memiliki self-esteem yang lebih tinggi, mendukung hubungan sosial yang sehat dan pencapaian tujuan. Sebaliknya, remaja yang mengalami kesulitan emosional akibat perceraian menghadapi penurunan self-esteem, kebingungan identitas, dan perilaku berisiko. Teori Carl Rogers, Bowlby, dan Erikson memberikan kerangka kerja yang relevan untuk memahami peran dukungan sosial dan keterikatan yang aman dalam membangun self-concept yang sehat. Penelitian ini menekankan pentingnya dukungan emosional dalam membantu remaja mengatasi tantangan yang dihadapi akibat disorganisasi keluarga
Copyrights © 2025