Dusun Karangpoh di Desa Bungah, Gresik, Jawa Timur, memiliki potensi ekonomi lokal yang kaya. Kondisi ini berbanding terbalik dengan data yang ditemukan yakni sebanyak 62% ibu rumah tangga di sana tidak bekerja, sebagian besar berasal dari kelas menengah ke bawah, yang menghadirkan tantangan dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Meski memiliki keterampilan yang diperoleh melalui forum PKK, mayoritas perempuan belum terlibat dalam kegiatan ekonomi produktif. Peneliti berupaya membangun kemitraan pendampingan ekonomi kreatif untuk menumbuhkan kewirausahaan melalui metodologi Asset Based Community Development (ABCD). Data temuan potensi aset diperoleh peneliti melalui wawancara partisipatif secara partisipatif bersama masyarakat sekitar. Selanjutnya, metodologi ini melalui 5 tahapan discovery, dream, design, define, dan destiny. Sehingga, menghasilkan 5 program pendampingan diantaranya membangun kemitraan yang strategis, meningkatkan kesadaran kewirausahaan, demonstrasi produk kuliner ‘martabak emaknyus’, pelatihan pemasaran digital, dan pameran kewirausahaan. Inisiatif program ini tidak hanya berdampak positif pada peningkatan kesejahteraan keluarga, tetapi juga memperkuat kemandirian ekonomi komunitas.
Copyrights © 2024