Indonesia memiliki banyak jenis minuman yang digemari oleh Masyarakat. Minuman es teh saat ini menjadi salah satu minuman yang digemari oleh masyarakat Indonesia. Masalah yang ditemui pada minuman es teh adalah higienitas dalam proses pembuatannya. Akibat dari kontaminasi ini adalah penyakit diare, berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta, diare menjadi penyakit dengan jumlah kasus tertinggi di antara 10 penyakit lainnya pada tahun 2023, dengan total kasus mencapai 188.514. Wilayah Jakarta Timur memiliki kasus diare tertinggi di Provinsi DKI Jakarta, dengan jumlah sebanyak 51.030 kasus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kontaminasi Escherichia coli pada sampel minuman es teh yang dikumpulkan dari lingkungan Pasar Embrio. Penelitian ini menggunakan metode Most Probable Number (MPN) yang diawali dengan uji penduga, uji penguat dan uji pelengkap. Hasil penelitian menunjukan berdasarkan uji penduga dan uji penguat diperoleh nilai MPN kontaminasi bakteri dalam sampel adalah >1.100 MPN/ml. Hasil ini melebihi ambang batas yang ditentukan oleh Kementrian Kesehatan Indonesia untuk kualitas air minum. Uji pelengkap menunjukan 3 sampel koloni bakteri berwarna hijau metalik yang menandakan sampel positif bakteri E. coli. Berdasarkan hasil diatas dapat disimpulkan bahwa sampel minuman es teh di lingkungan Pasar Embrio Jakarta Timur positif tercemar bakteri Escherichia coli.
Copyrights © 2025