Film Ngeri-Ngeri Sedap mengisahkan kehidupan sebuah keluarga dengan latar belakang suku Batak. Sama seperti suku – suku bangsa yang lain, suku Batak juga mempunyai ciri khas yang dapat menjadi pembeda dengan suku lainnya. Salah satu ciri khas yang paling menonjol yaitu sistem keturunan yang menganut sistem patrineal yang merupakan garis keturunan yang berasal dari Bapak. Film ini menjadi subjek penelitian dikarenakan peneliti melihat adanya representasi pola komunikasi otoriter yang terdapat pada film tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode analisis dari teori semiotika oleh John Fiske. Melalui analisis menggunakan teori yang terdiri dari tiga level yaitu level realitas, level representasi dan level ideologi pada beberapa adegan dan adegan yang di dalamnya dipilih beberapa shot. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa representasi pola komunikasi otoriter jika diperhatikan secara seksama. Hal itu ditunjukan dengan adanya sosok ayah yang sangat keras kepada anaknya dan tidak mau di sanggah.
Copyrights © 2024