Fokus penelitian ini adalah pada permasalahan peranan komunikasi oleh seorang pimpinan dalam meningkatkan kinerja pegawai. Seorang anggota atau pegawai dapat dilihat kinerjanya dari bagaimana dia menjalankan tugas-tugas yang diberikan kepadanya. Pegawai yang baik digambarkan oleh kedisiplinan kinerja seorang pegawai atau anggota yang baik, begitu pula sebaliknya penggambaran tingkat kedisiplinan seorang pegawai atau anggota kurang baik, maka hal itu menunjukan kinerja yang kurang baik pula. Sebuah organisasi pasti didalamnya terdapat suasana komunikasi, dalam lingkungan kerja suasana komunikasi harus diciptakan senyaman mungkin serta bersahabat bagi pegawai maupun anggotanya supaya menumbuhkan rasa kekeluargaan yang ada dilingkungan pekerjaan, sehingga menimbulkan efek para pegawai menjadi betah serta bersemangat dalam menjalankan setiap tugas-tugas yang di kerjakannya. Metode deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Teori Gaya Kepemimpinan adalah teori yang digunakan dalam pembuatan penelitian ini. Penelitian ini mendapatkan hasil bahwa Komunikasi keatas yang terjalin antara pimpinan dengan bawahan yang terdapat di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Sragen belum berjalan dengan baik serta belum berjalan dengan lancar dikarenakan kurangnya intraksi antara pemimpin dengan anggotanya atau pegawainya serta pimpinan tidak memiliki hubungan yang cukup dekat dengan para anggota yang terdapat di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Sragen.
Copyrights © 2022