Media sosial menjadi wadah untuk melakukan komunikasi dengan cakupan yang luas. Media sosial juga tak jarang digunakan sebagai media untuk menyuarakan pendapat atau aspirasi. Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) sering kali membagikan informasi dan menyuarakan kritik terhadap isu-isu sosial, pendidikan, lingkungan, hingga politik. Melalui akun media sosial Tiktoknya @bem.ui menyuarakan kritiknya kepada Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) atas pengesahan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) tentang Cipta Kerja. Untuk mengetahui resepsi khalayak maka digunakan metode analisis resepsi Stuart Hall. Teori ini menganalisis resepsi khalayak menjadi tiga posisi yaitu dominant hegemonic position, negotiated position, oppositional position. Hasil Penelitian menunjukan ketiga posisi khalayak tersebut. Terdapat tiga informan berada pada dominant hegemonic position, dua orang pada posisi negotiated position, dan dua orang pada oppositional position. Informan yang berada pada posisi dominan menerima dan mendukung secara keseluruhan isi pesan yang disampaikan BEM UI karena kritik tersebut menyuarakan suara rakyat. Sedangkan informan pada posisi negosiasi setuju dengan kritik terhadap pengesahan Perppu, namun menolak ilustrasi yang ditampilkan. Informan dengan posisi oposisi menolak keseluruhan isi kritik karena tidak fokus mengkritik Perppu Cipta Kerja.
Copyrights © 2023