Penelitian ini menganalisis representasi pesan moral dalam film Kabut Berduri dengan pendekatan semiotika Roland Barthes. Film ini mengangkat konflik sosial di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, menyoroti ketimpangan kekuasaan antara aparat kepolisian, militer, pengusaha, dan masyarakat lokal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis semiotika untuk mengidentifikasi makna denotasi, konotasi, dan mitos dalam elemen visual dan verbal film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini merepresentasikan kepolisian sebagai lembaga yang korup, menyoroti kesenjangan ekonomi melalui simbol pabrik terbengkalai, serta menggambarkan militer sebagai alat bagi elite berkuasa untuk menekan masyarakat kecil. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa film Kabut Berduri membangun narasi kritis terhadap ketidakadilan sosial dan eksploitasi kekuasaan melalui simbol-simbol sinematik yang memperkuat konstruksi mitos dalam masyarakat.
Copyrights © 2025