Media sosial menjadi ruang penting dalam advokasi dan pemberdayaan kelompok marjinal, termasuk perempuan penyandang disabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi perempuan penyandang disabilitas dalam akun Instagram @teralafoundation serta strategi framing yang digunakan dalam membangun citra positif. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan etnografi virtual. Data diperoleh melalui observasi konten Instagram, wawancara mendalam dengan pendiri, pengelola media sosial, serta peserta kegiatan, dan dokumentasi digital berupa unggahan serta interaksi audiens. Analisis dilakukan dengan merujuk pada teori representasi Stuart Hall dan teori framing Entman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram Terala Foundation menampilkan perempuan penyandang disabilitas sebagai individu yang mandiri, produktif, dan berdaya. Konten menekankan kisah inspiratif, pelatihan keterampilan, dan keberhasilan partisipasi dalam kegiatan sosial-ekonomi. Strategi framing diwujudkan melalui visual inklusif, narasi motivatif, hashtag edukatif, serta testimoni yang memperkuat pesan pemberdayaan. Respon audiens didominasi apresiasi positif, meski sesekali muncul komentar diskriminatif yang ditanggapi secara edukatif oleh pengelola. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa Instagram Terala Foundation efektif membangun representasi positif perempuan penyandang disabilitas sekaligus berfungsi sebagai media advokasi digital menuju masyarakat yang lebih inklusif.
Copyrights © 2025