Adaptasi sosial merupakan sebuah proses. penyesuaian diri yang dilakukan oleh aktor yang merubah dirinya sesuai dengan keadaan, situasi dan kondisi yang ada, adaptasi dapat terjadi secara alami maupun buatan. E-Money yang merupakan sebuah inovasi baru yang diterapkan menjadi metode pembayaran pada Transmetro Pekanbaru membuat sebuah perubahan besar, terlepas dari terpaksa atau tidak penumpang wajib beradaptasi pada inovasi baru tersebut, maka penumpang perlu menyesuaikan dirinya terhadap metode pembayaran terbaru tersebut. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana adaptasi penumpang sebagai adopter terhadap E-Money pada Transmetro Pekanbaru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif deskriptif, menggunakan kuesioner sebagai kunci penilitian. Hasil kuesioner menunjukkan 39% responden memiliki tingkat adaptasi yang tinggi sebagai adopter, 52% responden memiliki tingkat adaptasi yang rendah, dan 9% responden tidak dapat beradaptasi sama sekali. Terdapat 9% responden dari 100 responden yang belum bisa beradaptasi terhadap metode E-Money Transmetro Pekanbaru, hal tersebut merupakan hal yang buruk, jika penumpang tersebut dibiarkan maka upaya dalam meningkatkan pekanbaru menjadi kota Smart madani city tidak akan terwujud, maka diperlukan edukasi dan sosialisasi mengenai E-Money oleh pemerintah, kerja sama masyarakat dengan pemerintah agar para masyarakat yang menjadi penumpang Transmetro Pekanbaru dapat memahami, menerima edukasi dan beradaptasi terhadap metode E-Money pada Transmetro Pekanbaru tersebut.
Copyrights © 2024