Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Teknik Pemeriksaan Radiografi Genu Pada Kasus Osteoarthritis Di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Umum Vina Estetica Panuntun, Mahendro Aji; Brian, Brian; Samuel, Samuel; Ryvando, Ryvando; Glend, Glend
Medani : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2022): Desember 2022
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jpm.v1i3.522

Abstract

Osteoarthritis merupakan bentuk artritis yang paling umum. Gangguan ini lebih banyak di derita oleh perempuan dari pada laki – laki. Sendi yang paling sering terkena osteoarthritis adalah sendi yang harus memikul beban tubuh, antara lain lutut, panggul, vertebra lumbal, dan sendi – sendi pada jari. Hasil pemeriksaan yang dilakukan pada salah satu pasien Osteoarthirispada Genu di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Vina Estetica Medan ditemukan bahwa teknik pemeriksaan genu (sendi lutut) dengan kasus osteoarthritis di Rumah Sakit Vina Estetica Medan menggunakan proyeksi AP dan Lateral dengan posisi supine dikarenakan pasien tidak sanggup untuk posisi ereck. Pada pemeriksaan genu (sendi lutut) dengan kasus osteoarthritis dalam posisi supine pasien tidak akan merasakan sakit pada saat diperiksa
Analisis Tingkat Kemampuan Vo2 Max Atlet Renang Putra Raflesia Swimming Klub Kota Bengkulu Brian, Brian; Mariska, Mariska; Apriansyah, Dolly
Educative Sportive Vol 5 No 1 (2024): Educative Sportive, Januari
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/edusport.v5i1.5561

Abstract

this study aims to determine the level of Vo2 Max ability of Male Athletes of Raflesia Swimming Club Bengkulu City. This research method is descriptive research. The research sample amounted to 23 people. The instrument used in this research is the Bleep Test/Multi-Stage. Where the results of research and discussion, the researcher concluded that the VO2 Max ability performed by male athletes of Raflesia Swimming Club Bengkulu City performed by 13 men in the sufficient category, namely as many as 7 men or with a percentage of 54%. Then for the VO2 Max ability carried out by male athletes of Raflesia Swimming Club Bengkulu City conducted by 10 girls in the sufficient category, namely as many as 6 girls or with a percentage of 60%.From the results of the research obtained by the results of the VO2 Max ability test conducted by the overall male athletes of Raflesia Swimming Club Bengkulu City conducted by 13 boys and 10 girls in the sufficient category, namely as many as 13 people or with a percentage of 57%.
Sosialisasi Tentang Implementasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pada Pelayanan Publik Bidang Pelayanan Kesehatan Di Rumah Sakit Vita Insani Siantar Tjuanda, Yusriwan; Simanjuntak, Nikson; Mega, Mega; Brian, Brian
IHSAN : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 3, No 2 (2021): Ihsan: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Oktober)
Publisher : University of Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/ihsan.v3i2.20771

Abstract

Implementasi kebijakan kesehatan yang dijalankan oleh rumah sakit salah satunya adalah standar pelayanan minimal (SPM). SPM merupakan tolak ukur mutu pelayanan rumah sakit dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Berbicara permasalahan mutu pelayanan kesehatan, ditemukan fakta lapangan di Rumah Sakit Vita Insani Siantar bahwa pencapaian indikator SPM RS masih belum memenuhi target indikator pedoman standar pelayanan rumah sakit Tipe B dan standar pelayanan minimal (SPM) rumah sakit. Hal ini menunjukkan bahwa mutu pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Vita Insani Siantar masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan hambatan dalam implementasi kebijakan SPM RS Rumah Sakit Vita Insani Siantar. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa kendala dan hambatan yang dapat menjadi faktor yang mempengaruhi implementasi SPM di Rumah Sakit Vita Insani Siantar  meliputi komunikasi, struktur birokrasi, sumber-sumber, disposisi (sikap) dan ego sektoral. Faktor yang paling banyak peranannya dalam menghambat implementasi di rumah sakit ini yaitu ego sektoral pada pelayanan medis. Ego sektoral terbentuk dari pendidikan Sumber Daya Manusia (SDM) medis. Ego sektoral tersebut dapat diminimalisir dengan menerapkan beberapa hal meliputi gaya kepemimpinan yang mendukung dan penerapan prinsip transparansi, peran inidividu dengan membangun komunikasi intepersonal dan menerapakan manajemen pengelolaan konflik, serta nilai dan sikap dengan menerapkan budaya organisasi yang mendukung dan menumbuhkan motivasi individu untuk memberikan pelayanan sesuai dengan SPM. Ego sektoral pelayanan kesehatan mengacu pada adanya rasa yang berlebihan dari suatu hubungan kerja di pelayanan kesehatan rumah sakit. Hal inilah yang kemudian menyebabkan implementasi SPM di Rumah Sakit Vita Insani Siantar tidak berjalan dengan baik
RESPON PENUMPANG TERHADAP PENERAPAN E-MONEY PADA TRANSMETRO PEKANBARU Brian, Brian; Romi Marnelly, Tengku
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 12 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i12.2024.5040-5043

Abstract

Adaptasi sosial merupakan sebuah proses. penyesuaian diri yang dilakukan oleh aktor yang merubah dirinya sesuai dengan keadaan, situasi dan kondisi yang ada, adaptasi dapat terjadi secara alami maupun buatan. E-Money yang merupakan sebuah inovasi baru yang diterapkan menjadi metode pembayaran pada Transmetro Pekanbaru membuat sebuah perubahan besar, terlepas dari terpaksa atau tidak penumpang wajib beradaptasi pada inovasi baru tersebut, maka penumpang perlu menyesuaikan dirinya terhadap metode pembayaran terbaru tersebut. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana adaptasi penumpang sebagai adopter terhadap E-Money pada Transmetro Pekanbaru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif deskriptif, menggunakan kuesioner sebagai kunci penilitian. Hasil kuesioner menunjukkan 39% responden memiliki tingkat adaptasi yang tinggi sebagai adopter, 52% responden memiliki tingkat adaptasi yang rendah, dan 9% responden tidak dapat beradaptasi sama sekali. Terdapat 9% responden dari 100 responden yang belum bisa beradaptasi terhadap metode E-Money Transmetro Pekanbaru, hal tersebut merupakan hal yang buruk, jika penumpang tersebut dibiarkan maka upaya dalam meningkatkan pekanbaru menjadi kota Smart madani city tidak akan terwujud, maka diperlukan edukasi dan sosialisasi mengenai E-Money oleh pemerintah, kerja sama masyarakat dengan pemerintah agar para masyarakat yang menjadi penumpang Transmetro Pekanbaru dapat memahami, menerima edukasi dan beradaptasi terhadap metode E-Money pada Transmetro Pekanbaru tersebut.
Analysis of key factors influencing adaptation to e-money in transmetro Pekanbaru Marnelly, T. Romi; Resdati, Resdati; Yesi, Yesi; Brian, Brian
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol 10, No 3 (2024): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020244767

Abstract

Social adaptation is an important process for individuals or groups in adjusting to new circumstances, including the adoption of technological innovations. The implementation of E-Money as a mandatory payment method in Transmetro Pekanbaru is a significant change, requiring passengers to adapt to this new system. This study aims to analyze the factors that influence passenger adaptation to E-Money using a descriptive quantitative approach. This research was conducted in Pekanbaru, with data collected through interviews with a sample of 100 respondents, which was determined from a population of 34,918 passengers using the Slovin formula with a margin of error of 10%. Data analysis was conducted to identify demographic and economic factors that influence adaptation. The results show that age, gender, occupation, income, education, private vehicle ownership, and E-Money ownership significantly affect the level of passenger adaptation to E-Money. Users who are younger, female, more educated, self-employed, or students, and who already possess E-Money tools such as Brizzi or QRIS tend to adapt more quickly. A significant finding is the dominance of QRIS and the combination of Brizzi and QRIS as preferred payment methods. However, the intensity of Transmetro usage does not significantly affect the adaptation rate. These findings suggest that strategies targeted at increasing E-Money adoption should take these demographic and socio-economic factors into account, especially by focusing on providing an accessible and user-friendly payment system for less adapted passenger groups. This study contributes to understanding the social adaptation process in the context of digital payment innovations and provides practical implications for policy makers and Transmetro Pekanbaru management in improving the effectiveness of E-Money implementation.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penggunaan Pembayaran Seluler di Jabodetabek Hawari, Abdullah; Adriansyah, Adriansyah; Brian, Brian; Simanjuntak, Destrina Grace; Susanto, Rinaldo
PERWIRA - Jurnal Pendidikan Kewirausahaan Indonesia Vol 3 No 2 (2020): PERWIRA - Jurnal Pendidikan Kewirausahaan Indonesia
Publisher : Perkumpulan Pendidik Kewirausahaan Indonesia (Perwira Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.564 KB) | DOI: 10.21632/perwira.3.2.93-116

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi niat penggunaan (intention to use) pembayaran seluler di Jabodetabek. Metode pengumpulan data dilakukan menggunakan kuisioner kuantitatif. Analisis data secara statistik yang dilakukan meliputi analisis deskriptif, uji validitas dan reliabilitas, ANOVA, serta regresi linier. Hasil penelitian mengindikasikan trust of safe to use dan usefulness secara langsung mempengaruhi intention to use dari pembayaran seluler di Jabodetabek. Sedangkan ease to use, convenience of mobility, compatibility dan mobile payment knowledge tidak secara langsung mempengaruhi intention to use. Hasil penelitian ini bermanfaat bagi pemangku kepentingan pembayaran seluler, terutama bagi manajemen untuk meningkatkan pangsa pasar dalam persaingan industri yang ketat dengan kompetitor
Analysis of key factors influencing adaptation to e-money on transmetro Pekanbaru Marnelly, T. Romi; Resdati, Resdati; Yesi, Yesi; Brian, Brian
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol. 10 No. 3 (2024): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020244767

Abstract

Social adaptation is an important process for individuals or groups in adjusting to new circumstances, including the adoption of technological innovations. The implementation of E-Money as a mandatory payment method in the Transmetro Pekanbaru public transportation system is a significant change, requiring passengers to adapt to this new system. This study aims to analyze the factors that influence passenger adaptation to E-Money using a descriptive quantitative approach. This research was conducted in Pekanbaru, with data collected through interviews with a sample of 100 respondents, which was determined from a population of 34,918 passengers using Slovin's formula with a margin of error of 10%. Data analysis was conducted to identify demographic and economic factors that influence adaptation. The results show that age, gender, occupation, income, education, private vehicle ownership, and E-Money ownership significantly affect the level of passenger adaptation to E-Money. Users who are younger, female, more educated, self-employed, or students, and who already possess E-Money tools such as BRIZZI (a type of E-Money card) or QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) tend to adapt more quickly. A significant finding is the dominance of QRIS and the combination of BRIZZI and QRIS as preferred payment methods. However, the intensity of Transmetro usage does not significantly affect the adaptation rate. These findings suggest that strategies targeted at increasing E-Money adoption should take these demographic and socio-economic factors into account, especially by focusing on providing an accessible and user-friendly payment system for less adapted passenger groups. This study contributes to understanding the social adaptation process in the context of digital payment innovations and provides practical implications for policymakers and Transmetro Pekanbaru management in improving the effectiveness of E-Money implementation.
RESPON PENUMPANG TERHADAP PENERAPAN E-MONEY PADA TRANSMETRO PEKANBARU Brian, Brian; Romi Marnelly, Tengku
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 12 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i12.2024.5040-5043

Abstract

Adaptasi sosial merupakan sebuah proses. penyesuaian diri yang dilakukan oleh aktor yang merubah dirinya sesuai dengan keadaan, situasi dan kondisi yang ada, adaptasi dapat terjadi secara alami maupun buatan. E-Money yang merupakan sebuah inovasi baru yang diterapkan menjadi metode pembayaran pada Transmetro Pekanbaru membuat sebuah perubahan besar, terlepas dari terpaksa atau tidak penumpang wajib beradaptasi pada inovasi baru tersebut, maka penumpang perlu menyesuaikan dirinya terhadap metode pembayaran terbaru tersebut. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana adaptasi penumpang sebagai adopter terhadap E-Money pada Transmetro Pekanbaru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif deskriptif, menggunakan kuesioner sebagai kunci penilitian. Hasil kuesioner menunjukkan 39% responden memiliki tingkat adaptasi yang tinggi sebagai adopter, 52% responden memiliki tingkat adaptasi yang rendah, dan 9% responden tidak dapat beradaptasi sama sekali. Terdapat 9% responden dari 100 responden yang belum bisa beradaptasi terhadap metode E-Money Transmetro Pekanbaru, hal tersebut merupakan hal yang buruk, jika penumpang tersebut dibiarkan maka upaya dalam meningkatkan pekanbaru menjadi kota Smart madani city tidak akan terwujud, maka diperlukan edukasi dan sosialisasi mengenai E-Money oleh pemerintah, kerja sama masyarakat dengan pemerintah agar para masyarakat yang menjadi penumpang Transmetro Pekanbaru dapat memahami, menerima edukasi dan beradaptasi terhadap metode E-Money pada Transmetro Pekanbaru tersebut.