Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis resepsi penonton dalam film “Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongsoâ€. Metode penelitian menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif menggunakan paradigma konstruktivis melalui pengumpulan data berupa wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi literatur. Fokus penelitian ini menggunakan analisis teori resepsi Stuart Hall yang meliputi dominant hegemonic, negotiated position dan oppositional position. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resepsi film “Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso†berbeda-beda di antara para informan memaknai film sesuai kemampuan, pengalaman pribadi, dan beragam pembeda latar belakang masing-masing individu yang diproduksi berulang pada kehidupan sehari-hari, ataupun frame of reference (FOR) dan field of experience (FOE). Dari keenam informan terbagi menjadi 2 informan berada dalam posisi dominant hegemonic position, 2 informan dikategorikan negotiated reading, dan 2 informan dalam kategori oppositional reading. Film ini memberikan sudut pandang yang berbeda dari versi resmi yang disampaikan kepolisian dan pengadilan. Selain itu, juga menggugah penonton untuk berpikir kritis dan skeptis serta menyadari adanya kemungkinan kesalahan hukum dan manipulasi media saat memberitakan peristiwa kasus kopi sianida
Copyrights © 2024