Setiap kegiatan bisnis tentu memerlukan manajemen risiko untuk menghindari kerugian akibat risiko yang mungkin terjadi. Penelitian ini bertujuan dalam menganalisis manajemen risiko dalam pengadaan untuk mencegah, mengurangi, dan mengendalikan risiko yang mungkin muncul. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan observasi langsung dan wawancara. Melalui wawancara dengan agen pengadaan, risiko diidentifikasi, dianalisis, dan dikendalikan. Hasilnya terlihat bahwa agen pengadaan hanya berfokus pada pemilihan peserta, dimana terdapat 15 kegiatan yaitu pengumuman lelang, registrasi, Aanwijzing kualifikasi, pembukaan dokumen kualifikasi, pembukaan evaluasi dokumen kualifikasi, pembuktian dokumen kualifikasi, pengumuman hasil evaluasi kualifikasi, pengunduhan dokumen pemilihan di website resmi E-Proc, Aanwijzing dokumen pemilihan, pemasukkan dokumen penawaran, pembukaan dokumen penawaran, evaluasi dokumen penawaran, uji tuntas, penetapan peringkat hasil evaluasi penawaran. Kegiatan tersebut dapat diidentifikasi risiko-risikonya yang terbagi menjadi tiga jenis risiko yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Dalam pemilihan penyedia, ditemukan 36 risiko yang berasal dari eksternal dan internal agen pengadaan. Dari 36 risiko tersebut terdapat 15 risiko dengan tingkat tinggi, 15 risiko dengan tingkat sedang, dan 6 risiko dengan tingkat rendah. Risiko sulit dikendalikan, seperti cuti bersama dan perbedaan pendapat, diatasi dengan pemungutan suara mayoritas untuk mencapai kesepakatan.
Copyrights © 2024