Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

EDUKASI PENERAPAN SUSTAINABLE LIVING DAN WASTE MANAGEMENT MELALUI WORKSHOP CICIL (CIBUNUT CINTA LINGKUNGAN) Pramayudha, Dimas Satria; Lumban Batu, Reminta
Madiun Spoor : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 1 (2024): April 2024
Publisher : Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37367/jpm.v4i1.352

Abstract

Kota Bandung menghadapi tantangan yang signifikan dalam mengelola sustainable living dan waste management. Keterbatasan sumber daya, pertumbuhan populasi yang cepat, dan perubahan pola konsumsi telah memberikan tekanan pada lingkungan dan meningkatkan volume limbah yang dihasilkan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melakukan edukasi mengenai penerapan sustainable living dan waste management melalui lokakarya. Penelitian dan kegiatan ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan edukatif melalui kegiatan lokakarya. Penerapan edukasi melalui lokakarya ini melalui praktik pengelolaan sampah organik dan anorganik, praktik pembuatan mikroorganisme lokal, praktik komposting dengan metode bata terawang dan open windrow, serta berkeliling Buruan Sae dan Bank Sampah di Cibunut Berwarna. Hasil dari edukasi melalui lokakarya ini mendapatkan umpan balik yang positif dan menjadi solusi kreatif dalam mengatasi masalah lingkungan yang dihadapi. Melalui partisipasi aktif dalam lokakarya ini, masyarakat diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang memainkan peran penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
LITERATURE REVIEW: OPTIMALISASI SISTEM ABSENSI DIGITAL DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KERJA (STUDI PADA PT PUPUK KUJANG) Halimah, Elma; Lumban Batu, Reminta
Jurnal Manajemen dan Bisnis Volume 25 No. 2 Tahun 2025
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The implementation of digital attendance systems is increasingly common in the industrial sector to improve employee discipline and productivity. PT Pupuk Kujang has adopted this system to optimize attendance tracking and operational efficiency. A literature review of 10 scientific journals shows that digital attendance using biometrics, facial recognition, and geolocation can minimize data manipulation, increase transparency, and simplify attendance reporting. Studies also emphasize that integrating digital attendance with HR systems, offering flexible attendance settings, and providing employee training significantly enhance system effectiveness. However, challenges such as technical issues, user resistance, and infrastructure limitations must be addressed. For PT Pupuk Kujang, optimizing digital attendance can be achieved through cloud-based system development, network infrastructure upgrades, and linking attendance records to incentive policies. By overcoming these challenges, PT Pupuk Kujang can maximize the benefits of its digital attendance system. An effective system not only improves individual accountability but also strengthens overall work productivity and enhances human resource management within the company.
LITERATURE REVIEW: OPTIMALISASI SISTEM ABSENSI DIGITAL DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KERJA (STUDI PADA PT PUPUK KUJANG) Halimah, Elma; Lumban Batu, Reminta
Jurnal Manajemen dan Bisnis Volume 25 No. 2 Tahun 2025
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The implementation of digital attendance systems is increasingly common in the industrial sector to improve employee discipline and productivity. PT Pupuk Kujang has adopted this system to optimize attendance tracking and operational efficiency. A literature review of 10 scientific journals shows that digital attendance using biometrics, facial recognition, and geolocation can minimize data manipulation, increase transparency, and simplify attendance reporting. Studies also emphasize that integrating digital attendance with HR systems, offering flexible attendance settings, and providing employee training significantly enhance system effectiveness. However, challenges such as technical issues, user resistance, and infrastructure limitations must be addressed. For PT Pupuk Kujang, optimizing digital attendance can be achieved through cloud-based system development, network infrastructure upgrades, and linking attendance records to incentive policies. By overcoming these challenges, PT Pupuk Kujang can maximize the benefits of its digital attendance system. An effective system not only improves individual accountability but also strengthens overall work productivity and enhances human resource management within the company.
ANALISIS PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO PENGADAAN BARANG ATAU JASA PADA BADAN USAHA MILIK DAERAH Hasnah Fairuz, Athia; Lumban Batu, Reminta
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 1 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i1.2024.69-77

Abstract

Setiap kegiatan bisnis tentu memerlukan manajemen risiko untuk menghindari kerugian akibat risiko yang mungkin terjadi. Penelitian ini bertujuan dalam menganalisis manajemen risiko dalam pengadaan untuk mencegah, mengurangi, dan mengendalikan risiko yang mungkin muncul. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan observasi langsung dan wawancara. Melalui wawancara dengan agen pengadaan, risiko diidentifikasi, dianalisis, dan dikendalikan. Hasilnya terlihat bahwa agen pengadaan hanya berfokus pada pemilihan peserta, dimana terdapat 15 kegiatan yaitu pengumuman lelang, registrasi, Aanwijzing kualifikasi, pembukaan dokumen kualifikasi, pembukaan evaluasi dokumen kualifikasi, pembuktian dokumen kualifikasi, pengumuman hasil evaluasi kualifikasi, pengunduhan dokumen pemilihan di website resmi E-Proc, Aanwijzing dokumen pemilihan, pemasukkan dokumen penawaran, pembukaan dokumen penawaran, evaluasi dokumen penawaran, uji tuntas, penetapan peringkat hasil evaluasi penawaran. Kegiatan tersebut dapat diidentifikasi risiko-risikonya yang terbagi menjadi tiga jenis risiko yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Dalam pemilihan penyedia, ditemukan 36 risiko yang berasal dari eksternal dan internal agen pengadaan. Dari 36 risiko tersebut terdapat 15 risiko dengan tingkat tinggi, 15 risiko dengan tingkat sedang, dan 6 risiko dengan tingkat rendah. Risiko sulit dikendalikan, seperti cuti bersama dan perbedaan pendapat, diatasi dengan pemungutan suara mayoritas untuk mencapai kesepakatan.