Victim blaming dalam kasus pelecehan seksual masih menjadi permasalahan yang terus terjadi di Indonesia. Fenomena ini terjadi ketika korban justru disalahkan atas tindakan yang mereka alami, baik karena pakaian, perilaku, atau situasi tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana victim blaming dalam kasus pelecehan seksual masih dinormalisasi oleh masyarakat, serta faktor-faktor yang memperkuatnya, seperti seksisme, patriarki, dan kurangnya edukasi seksual. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, didukung oleh analisis wacana dari berbagai kasus yang terjadi di media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa victim blaming tidak hanya berasal dari individu, tetapi juga dipengaruhi oleh budaya patriarki yang mengakar serta kurangnya pemahaman tentang pelecehan seksual. Namun, media sosial juga berperan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dan menjadi alat untuk melawan victim blaming. Oleh karena itu, edukasi mengenai pelecehan seksual dan bahaya victim blaming perlu diperluas agar korban mendapatkan dukungan yang layak dan pelak.
Copyrights © 2025