Nelayan Tangkap Desa Lanjut merupakan nelayan tradisional yang masih menggunakan alat tangkap jaring. Adanya perubahan musim membuat nelayan berada dalam kondisi yang sulit sehingga nelayan harus beradaptasi dengan pekerjaannya dan memulihkan perekonomian rumah tangga nelayan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui adaptasi pekerjaan dan upaya pemulihan kebutuhan rumah tangga nelayan yang terdapat dalam komunitas nelayan tangkap Desa Lanjut. Dengan menggunakan teori etika subsistensi dari James Scott. Teknik penentuan informan yaitu dengan teknik Purposive sampling. Subjek dalam penelitian berjumlah 7 orang yang terdiri dari 3 nelayan tenggiri dan 4 nelayan tamban, memiliki armada dan alat tangkap sendiri, bekerja tanpa ABK, dan telah menjadi nelayan tangkap minimal 10 tahun. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan adaptasi pekerjaan antara nelayan tenggiri dan nelayan tamban. Untuk nelayan tenggiri yaitu memperluas area tangkap, memperpendek waktu penangkapan, melaut secara berkelompok, dan berkebun. Sedangkan nelayan tamban melakukan diversifikasi pekerjaan, menambah jenis alat tangkap, dan memperbaiki alat tangkap. Begitu pula upaya pemulihan perekonomian nelayan saat peralihan musim. Nelayan tenggiri tidak menerapkan etika memanfaatkan jaringan relasi sosial. Sementara nelayan tamban menerapkan semua etika yaitu memanfaatkan jaringan relasi sosial, mengikat sabuk lebih kencang, dan menggunakan alternatif subsistensi.
Copyrights © 2024