Salah satu kabupaten di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat yang mempunyai risiko bencana alam yang tinggi adalah kabupaten Jatinangor. Kabupaten Jatinangor dalam beberapa tahun terakhir dilanda berbagai bencana seperti banjir dan tanah longsor.  Sebagai responnya, pemerintah dan masyarakat telah menggalakkan upaya pencegahan bencana sebelum, saat, dan setelah bencana. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya penanggulangan bencana yang dilakukan oleh masyarakat desa kecamatan Jatinangor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat mempunyai peran pada setiap tahapan penanggulangan bencana: sebelum, saat, dan setelah bencana.  Namun masyarakat masih belum memahami bahwa kegiatan yang mereka lakukan merupakan bentuk pencegahan bencana. Oleh karena itu, pemerintah daerah Kabupaten Sumedang dapat merancang program untuk memperkuat kapasitas masyarakat desa dalam menghadapi bencana baik sebelum, saat, dan setelah bencana.
Copyrights © 2024