Penelitian ini mengkaji strategi pemertahanan kelompok kesenian rudat Temu Karya di Lombok Timur di tengah tantangan modernisasi. Dengan pendekatan kualitatif dan teori sistem autopoietic Niklas Luhmann, studi ini menganalisis adaptasi kelompok rudat Temu Karya atas perubahan lingkungan sosial dan teknologi. Hasil penelitian menunjukkan empat strategi utama kelompok Temu Karya yakni: (1) modernisasi peralatan panggung, (2) pemanfaatan media digital (Youtube dan Facebook) untuk perluasan audiens, (3) fleksibilitas pertunjukan dengan menyesuaikan konten (cerita/humor) berdasarkan lokasi, dan (4) kolaborasi dengan kelompok rudat lain dalam pertukaran sumber daya. Tantangan seperti penurunan minat generasi muda diatasi dengan pergeseran citra atau rebranding melalui media sosial. Temuan ini memberikan kontibusi temuan mengenai ketahanan kesenian tradisional rudat berupa adaptasi sistemik. Penelitian ini merekomendasikan integrasi teknologi dan strategi komunikasi modern untuk pemertahanan drama tradisional.
Copyrights © 2025