Peningkatan aktivitas pariwisata pesisir di Indonesia menghadirkan tantangan terhadap kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterpaduan kebijakan lingkungan dan pariwisata dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Pantai Koneng, Dumai. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis isi kebijakan (content analysis), yang berfokus pada dokumen kebijakan nasional dan daerah, laporan instansi terkait, serta literatur akademik. Analisis dilakukan dengan menggunakan VICE Model yang mencakup empat dimensi utama: Visitor, Industry, Community, dan Environment, serta empat kriteria evaluasi kebijakan: efektivitas, koherensi kebijakan, keadilan sosial dan partisipasi, serta keberlanjutan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pariwisata di Pantai Koneng telah berupaya mengintegrasikan prinsip keberlanjutan, namun masih terdapat kesenjangan koordinasi antarinstansi dan kurangnya partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sinergi kebijakan lintas sektor untuk mewujudkan tata kelola pariwisata pesisir yang berkelanjutan.
Copyrights © 2025