Penelitian ini mengusung pendekatan kuantitatif dengan rancangan asosiatif untuk mengurai keterkaitan antara merek impor, harga, dan gaya hidup fesyen terhadap keputusan pembelian pakaian bekas di kalangan generasi Z. Teknik pemilihan responden dilakukan secara purposif terhadap 100 individu yang tercatat sebagai pelanggan tetap di gerai OCTA PDM Thrieft Import. Penggalian data dijalankan melalui penyebaran angket baik secara digital menggunakan Google Form maupun secara langsung, yang kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak IBM SPSS versi 30. Analisis data melibatkan serangkaian uji, termasuk uji instrumen, uji asumsi klasik, regresi linear berganda, uji signifikansi simultan maupun parsial, serta koefisien determinasi (R²). Hasil analisis menunjukkan bahwa secara parsial, merek impor memberikan pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai t-hitung 6,350 > t-tabel 1,985 dan signifikansi -0,001 < 0,05. Begitu pula dengan variabel harga dan gaya hidup fesyen, yang masing-masing mencatatkan t-hitung 9,766 dan 9,589, keduanya signifikan dengan nilai probabilitas yang sama (-0,001 < 0,05). Secara simultan, ketiga variabel tersebut turut memberikan dampak yang nyata dengan nilai F-hitung sebesar 45,686 > F-tabel 3,09 dan signifikansi 0,001 < 0,05. Selanjutnya, nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa kontribusi gabungan dari ketiga variabel bebas tersebut terhadap keputusan pembelian berada pada angka 58,8%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa merek impor, struktur harga, serta gaya hidup fesyen memainkan peran penting dalam mendorong keputusan konsumtif generasi Z terhadap produk pakaian bekas.
Copyrights © 2025