Pemanfaatan media sosial seperti Instagram dan YouTube telah menjadi strategi esensial dalam membangun personal branding di era digital. Namun, implementasinya pada bisnis seni rupa tradisional seperti studio patung memiliki dinamika unik yang belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan foto dan video sebagai strategi personal branding Studio Patung Yusman (SPY) melalui platform Instagram dan YouTube. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus eksplanatori. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan tim marketing dan pengelola media sosial, observasi, serta analisis dokumen konten media sosial perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berperan positif dalam membangun personal branding SPY. Pemanfaatan foto dan video terfokus untuk memperkuat citra SPY sebagai studio patung realis, dengan fungsi utama sebagai alat dokumentasi proses karya, portofolio digital, dan arsip kegiatan pameran. Ditemukan bahwa platform ini lebih berfungsi sebagai referensi bagi audiens daripada sebagai alat penjualan langsung, di mana akuisisi klien mayoritas masih berasal dari pameran luring (offline). Simpulannya, SPY berhasil menggunakan Instagram dan YouTube untuk memperkuat identitas merek dan dokumentasi, namun terdapat kesenjangan antara fungsi branding dan potensi penjualan yang belum dimanfaatkan secara signifikan.
Copyrights © 2025